Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati: Pentingnya Cek Kesehatan Sejak Dini Melalui Program “Makesa Gratis” di Kota Baubau
- Nov 08, 2025
- Ridwan Amsyah
- KESEHATAN
Kesehatan merupakan investasi paling berharga bagi kehidupan. Namun, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin masih tergolong rendah. Banyak orang baru datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah parah. Padahal, pepatah lama mengingatkan kita bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya mengubah kebiasaan itu dengan meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya mewujudkan transformasi layanan kesehatan. Program ini bertujuan mendekatkan akses layanan pemeriksaan dasar kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit.
Menariknya, di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, program nasional ini diadaptasi secara kreatif dengan nama “Makesa Gratis” — singkatan dari Mari Cek Kesehatan. Dalam bahasa lokal Buton, “makesa” juga berarti sesuatu yang baik. Nama itu tidak hanya menarik secara linguistik, tetapi juga menggambarkan semangat lokal untuk menjadikan kesehatan sebagai hal yang baik dan membahagiakan.

CKG Jadi Gerakan Sosial di Ruang Publik
Program Makesa Gratis yang digelar Pemerintah Kota Baubau berlangsung di berbagai ruang publik, salah satunya di tepi Pantai Bundaran Kotamara, kawasan yang menjadi pusat kegiatan warga, mulai dari olahraga, rekreasi, hingga kuliner.
Kegiatan ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga konsultasi gizi dan mental. Masyarakat yang sedang berolahraga atau sekadar menikmati udara pagi bisa langsung mengikuti pemeriksaan tanpa biaya.
Dikutip dari infopublik.id Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Isra Ramli, program ini merupakan bentuk inovasi pelaksanaan kebijakan pusat di tingkat daerah.
“Pemilihan lokasi di Kotamara adalah strategi untuk mendekatkan layanan kesehatan dengan masyarakat. Warga tidak perlu datang ke puskesmas; cukup datang ke ruang publik, mereka bisa bertemu dokter dan apoteker untuk berkonsultasi,” jelas Isra Ramli saat meninjau pelaksanaan Makesa Gratis di Baubau Juli 2025 lalu.
Isra menambahkan bahwa Makesa Gratis memadukan aspek fisik dan mental dalam satu kegiatan. Menurutnya, seseorang yang sehat fisiknya akan lebih mudah mencapai kebahagiaan dan ketenangan mental. “Bahagia adalah pilihan setiap orang. Namun, sulit untuk bahagia jika tubuh sakit. Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting agar kita bisa tetap sehat dan bahagia,” ujarnya.
Cegah Penyakit Sejak Dini
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Ironisnya, sebagian besar kasus tersebut dapat dicegah melalui pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat.
Program CKG berperan penting dalam upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah dan gula darah dapat memberikan informasi penting tentang kondisi tubuh seseorang. Jika ditemukan potensi penyakit, tenaga kesehatan dapat memberikan saran pencegahan atau rujukan lebih lanjut.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, yang sebelumnya membuka kegiatan Makesa Gratis perdana, menegaskan pentingnya kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini.
“Jangan tunggu sakit baru periksa. Kalau kita sehat, kita bisa bekerja, belajar, dan berbuat hal-hal produktif. Menjaga kesehatan berarti menjaga masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala-gejala ringan yang mungkin muncul. Menurutnya, banyak kasus penyakit berat berawal dari kelalaian terhadap tanda-tanda kecil yang bisa dicegah dengan pemeriksaan rutin.
Dari Pusat Kota ke Wilayah Pinggiran
Program Makesa Gratis tidak hanya dilaksanakan di pusat kota seperti Kotamara, tetapi juga menjangkau wilayah padat penduduk dan daerah pinggiran yang jauh dari fasilitas kesehatan. Salah satunya adalah Kelurahan Labalawa, yang terletak di perbatasan Kota Baubau.
Kegiatan jemput bola ini bertujuan memastikan pemerataan layanan kesehatan, sehingga seluruh warga — tanpa memandang jarak atau status ekonomi — bisa memperoleh hak yang sama untuk sehat.
Model pelaksanaan ini sejalan dengan semangat Transformasi Kesehatan Nasional yang digagas Kemenkes, yakni memperkuat pelayanan primer dan memastikan masyarakat mendapatkan layanan promotif dan preventif sedini mungkin.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan Makesa Gratis juga dilengkapi dengan edukasi mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, dan manajemen stres. Para petugas kesehatan memberikan penjelasan ringan kepada warga tentang bagaimana menjaga kesehatan sehari-hari dengan cara sederhana, seperti membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.
Menyehatkan Tubuh dan Pikiran
Aspek menarik dari Makesa Gratis di Baubau adalah perhatiannya terhadap kesehatan mental dan literasi digital. Dalam kesempatan yang sama, Deputi Isra Ramli mengingatkan pentingnya menjaga pikiran tetap sehat di tengah banjir informasi di media sosial.
“Sekarang banyak informasi yang tidak benar atau bersifat provokatif di media sosial. Hal-hal seperti itu dapat memicu kecemasan, ketakutan, bahkan stres. Karena itu, menjaga kesehatan mental juga berarti menyehatkan cara kita menerima informasi,” ujarnya.
Pesan ini menjadi relevan bagi masyarakat urban seperti warga Baubau yang kini semakin aktif di dunia digital. Menurutnya, masyarakat yang sehat mental akan lebih mampu berpikir jernih, mengambil keputusan yang baik, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Kesehatan Sebagai Gaya Hidup
Program Makesa Gratis mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap kesehatan. Jika sebelumnya kesehatan dianggap urusan rumah sakit, kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Warga mulai terbiasa memeriksa tekanan darah sambil berolahraga di Kotamara, memantau berat badan, atau berdiskusi tentang makanan sehat dengan petugas kesehatan. Aktivitas sederhana ini lambat laun membangun budaya baru: budaya peduli kesehatan.
Beberapa komunitas lokal, seperti kelompok senam pagi dan paguyuban pedagang, juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Makesa Gratis. Mereka tidak hanya memanfaatkan layanan pemeriksaan, tetapi juga membantu menyebarkan informasi kesehatan kepada warga lain.
Manfaat Ganda bagi Daerah
Selain berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, Makesa Gratis juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi Kota Baubau. Masyarakat yang sehat tentu lebih produktif dalam bekerja, berdagang, atau menjalankan aktivitas sehari-hari.
Program ini juga membantu mengurangi beban layanan di puskesmas karena sebagian besar pemeriksaan dasar dapat dilakukan di lapangan. Dengan demikian, puskesmas dapat lebih fokus menangani kasus-kasus yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Lebih dari itu, kegiatan Makesa Gratis memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Baubau menunjukkan bahwa kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara kontekstual dengan mengedepankan nilai-nilai lokal dan pendekatan partisipatif.
Cek Kesehatan Gratis bukan sekadar program pelayanan medis, tetapi sebuah gerakan nasional untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
Melalui Makesa Gratis, Pemerintah Kota Baubau membuktikan bahwa inovasi berbasis kearifan lokal dapat memperkuat pesan nasional: sehat itu mudah, asal mau memulai.
Di tepi laut Kotamara, di tengah tawa warga yang memeriksa tekanan darahnya, terlihat sebuah pesan sederhana namun kuat: sehat bukan sekadar tidak sakit, tetapi kemampuan untuk menjalani hidup dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
Karena pada akhirnya, menjaga kesehatan diri berarti menjaga harapan — bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan daerah tercinta.
#ArtikelKIMFEST2025