Maludhua: Tradisi Peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW ala Masyarakat Baubau Waborobo

  • Sep 26, 2024
  • Ridwan Amsyah
  • BUDAYA

Matapulu Info – Setiap daerah di Indonesia memiliki cara yang khas dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tak terkecuali masyarakat di Kelurahan Waborobo, Kota Baubau, yang merayakan dengan tradisi Haroa Maludhu, atau yang lebih dikenal dengan perayaan Maulid Nabi.

Prosesi Haroa ini ditandai dengan pembacaan sholawat yang bersumber dari kitab Barzanji, sebuah kitab puji-pujian yang mengisahkan sejarah hidup Nabi Muhammad SAW, serta doa-doa syukur kepada Allah SWT. Suasana khusyuk dan penuh syukur menjadi inti dari perayaan ini.

Yang membuat tradisi Haroa Maludhu di Waborobo unik adalah lokasinya. Jika biasanya Haroa diadakan di baruga (balai adat) atau masjid, masyarakat Waborobo memilih melaksanakan prosesi ini di rumah masing-masing. Tujuannya adalah untuk memberikan tempat bagi kerabat yang merantau agar pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

Nasrudin, seorang tokoh agama setempat, menegaskan pentingnya tradisi ini dalam mempererat tali silaturahmi. "Haroa atau hajatan seperti ini sangat baik, terutama dalam menjaga hubungan keluarga dan sosial di masyarakat," ungkapnya dalam diskusi yang disebut koja-koja yang digelar usai acara Haroa pada sabtu malam, (21/09/2024).

Melalui tradisi Haroa Maludhu, masyarakat Waborobo tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga dan menjalin kebersamaan, baik secara spiritual maupun sosial.